Mok Yan Jong / Wooden Dummy Mahoni, Akasia, Jati, atau Sonokeling?


Langsung saja, karena banyak pertanyaan tentang pilihan "wooden dummy" atau boneka kayu wingchun, berikut ini sedikit penjelasan dari tim Wingchunsport.

Pertama kita bahas dari bahan bakunya (kayunya) terlebih dahulu. Berikut ini sifat-sifat yg sering terjadi di lapangan jika kayu / bahan baku dibuat menjadi sebuah mok yan jong / boneka kayu wingchun:

A. Kayu Mahoni
Serat kayu ini lembut, hampir tidak terlihat. Waran dasar kayu mahoni adalah kuning keemasan atau kuning kemerahan. Kayu mahoni mempunyai beberapa sifat sebagai berikut:
a. relatif ringan jika dibandingkan dengan kayu akasia, jati, atau sonokeling.
b. paling rentan terhadap perubahan suhu. Jika terlalu panas atau kelembaban udara kurang, masalah yg sering muncul adalah 'retak-retak kecil' pada permukaan kayu. Walaupun KIMU menggaransi hal ini TIDAK menjadi masalah, namun terus terang kurang sedap dipandang mata (ini penilaian dari tim wingchunsport). Jika suhu terlalu dingin atau kelembaban udara tinggi, masalah yg sering muncul adalah jamur. Kayu jenis ini juga paling rentan terhadap serangan serangga pemakan kayu. Walaupun KIMU selalu memberikan 'treatment' pada kayu mahoni sebelum diproduksi menjadi sebuah boneka kayu, namun serangan serangga pemakan kayu relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan kayu lainnya (akasia, jati, dan sonokeling).

Kelebihan dari kayu mahoni untuk sebuah wooden dummy atau mok yan jong adalah sebagai berikut:
a. proses produksi relatif mudah dan cepat. Penanganan produksi wooden dummy dari kayu mahoni relatif lebih cepat dan mudah jika dibandingkan dengan kayu akasia, jati atau sonokeling.
b. Bahan baku relatif terjangkau. Kayu mahoni banyak ditemui dan relatif mudah untuk dibudidayakan. Hal ini membuat harga kayu berkualitas 'menengan' ini relatif terjangkau.
c. Penanganan mudah jika terjadi kerusakan. Perawatan dan penanganan mudah dan cukup murah jika terjadi retak-retak kecil pada bagian luar kayu, atau tumbuh jamur.
d. Ringan. Boneka kayu dengan bahan kayu mahoni ini boleh dikatakan relatif ringan jika dibandingkan dengan kayu jenis lainnya yg diproduksi KIMU. Hal ini mempermudah boneka kayu ini untuk dipindah tempatkan.
e. Harga relatif terjangkau. Karena beberapa sifat di atas, maka boneka kayu mahoni ini adalah boneka kayu PALING EKONOMIS untuk pemakaian dalam ruang (indoor).

B. Kayu Akasia
Serat kayu akasia tua hampir seperti serat kayu jati namun jauh lebih lembut dan tidak se-mencolok kayu jati. Berikut beberapa sifat kayu akasia:
a. Berat. Kayu akasia memiliki berat jenis tertinggi jika dibandingkan dengan kayu mahoni, jati, atau sonokeling.
b. Relatif keras. Untuk beberapa kriteria umur tertentu, kayu akasia bisa dikatakan jenis kayu keras, walaupun kayu ini tergolong kayu kelas menengah.
c. Lebih tahan terhadap perubahan cuaca atau suhu.

Kelebihan kayu akasia:
a. Berat dan kokoh untuk sebuah boneka kayu atau wooden dummy
b. Dengan tingkat ketebalan warna tertentu, serat kayu ini masih dapat diperlihatkan. Hal ini akan membuat boneka kayu tampil lebih artistik.
c. Lebih kuat terhadap perubahan suhu. Walaupun demikian tidak disarankan untuk penggunaan di luar ruangan atau outdoor.

C. Kayu Jati
Sudah banyak sekali yg tahu keunggulan kayu yg satu ini. Selain seratnya yg artistik, kayu ini juga dikenal tahan terhadap serangga pemakan kayu, sehingga sering digunakan sebagai bahan baku bangunan. Berikut ini beberapa sifat kayu jati:
a. Serat kayu artistik dan kelihatan lebih tegas. Warna kuning muda dengan corak serat coklat atau kuning kecoklatan dan terlihat tegas.
b. Tahan terhadap serangga pemakan kayu.
c. Jauh lebih tahan suhu dan cuaca jika dibandingkan dengan kedua kayu sebelumnya (mahoni dan akasia).

Kelebihan kayu jati:
a. relatif keras dan awet untuk sebuah boneka kayu.
b. jauh lebih tahan terhadap perubahan suhu, cuaca, dan serangga pemakan kayu.
c. serat kayu sangat artistik dan menawan.

D. Kayu Sonokeling
Sering disebut "Kayu Dewa" di tanah Jawa. Selain untuk bahan bangunan kayu ini sering digunakan sebagai laras senjata pada jaman dahulu. Berikut ini beberapa sifat kayu sonokeling:
a. Keras.
b. Warna hitam elegan dengan serat coklat atau kuning kemerahan. Hal ini membuat kayu sonokeling tampak garang namun elegan.
c. Tahan terhadap cuaca dan suhu
d. Tahan terhadap serangan serangga pemakan kayu.

Kelebihan kayu sonokeling sudah tampak dari sifat-sifat di atas.

Nah, trus bagaimana memilih mok yan jong / boneka kayu yang sesuai untuk kita? Berikut ini beberapa faktor yg bisa dijadikan pertimbangan memilih wooden dummy atau mok yan jong:
A. Tempat
Untuk pemakaian indoor atau dalam ruangan, wooden dummy kayu mahoni (dragon series) kelihatannya cukup. Hingga saat ini pun tim wingchunsport masih menggunakan wooden dummy kayu mahoni. Jika ingin bobot yang lebih mantab, bisa menggunakan wooden dummy kayu akasia.
Untuk pemakaian luar ruangan lebih disarankan menggunakan wooden dummy atau mok yan jong kayu jati atau sonokeling. Namun tetap saja akan mengurangi umur atau kewetan wooden dummy jika dibandingkan dengan pemakaian indoor atau dalam ruangan.

B. Budget
Hingga saat ini, BEST seller dari produk KIMU yg satu ini masih dipegang oleh wooden dummy kayu mahoni. Baru disusul akasia, jati, dan sonokeling. Selain ekonomis, para pemula lebih memilih wooden dummy kayu mahoni.

C. Selera
Tentusaja keempat jenis kayu di atas memiliki tampilan karakter serat yang berbeda. Silahkan menentukan pilihan sesuai dengan selera. ;)

Nah... demikian informasi singkat ini. Semoga bermanfaat. ;)
Previous
Next Post »