Tongkat JO atau BO Paling Cocok Pakai Kayu Apa ya?

Untuk rekan-rekan Aikido atau beberapa beladiri Jepang lainnya pasti sudah tidak asing dengan istilah JO dan BO. hehehehe... Ya, dua jenis tongkat ini sering digunakan dalam latihan beladiri-beladiri dari Jepang. Kali ini tim Wingchunsport akan membahas kayu yg dipakai oleh KIMU (produsen berkelas untuk peralatan dan perlengkapan beladiri berbahan kayu) untuk kedua tongkat tersebut. Berikut ini fotonya:
KIMU Jo & Bo (Tongkat)
KIMU Jo & Bo (Tongkat)
KIMU Jo & Bo (Tongkat)
KIMU Jo & Bo (Tongkat)
Banyak yg tanya ke tim Wingchunsport: Kalo untuk JO (tongkat) atau BO (tongkat panjang) paling cocok pakai kayu apa ya? :D :D
Sebenarnya pertanyaan ini gampang-gampang susah. hahahahah...

Jadi gini:
KIMU memproduksi kedua tongkat tersebut (baik Jo maupun Bo) paling sering menggunakan kayu bengkirai. Kayu jenis ini memiliki karakteristik serat padat, lurus dan tidak mudah berserabut (contoh serat kayu yg mudah berserabut: kayu pohon kelapa). Sebenarnya ada kayu lain yg SECARA UMUM lebih bagus daripada kayu bengkirai, yaitu kayu sonokeling dan kayu ulin. Sebenarnya KIMU juga memproduksi Jo dan Bo ini dari kayu sonokeling dan kayu sawo. Namun sangat jarang mengingat mahalnya bahan baku.

Lalu kenapa KIMU memilih menggunakan kayu bengkirai? Berikut ini beberapa alasannya:

A. Serat lurus, padat, namun relatif aman.
Selain lurus dan padat, serat kayu bengkirai bisa dikatakan lebih aman jika digunakan untuk Jo atau Bo. Bengkirai tidak mudah berserabut walaupun terkena luka karena benturan saat latihan. Berbeda dengan kayu kelapa (glugu dalam bahasa Jawa). Kayu glugu seringkali berserabut jarum jika tergores atau terluka saat terjadi benturan. Hal ini sangat berbahaya karena serabut-serabut seperti jarum tersebut dapat dengan mudah menusuk kulit pengguna.

B. Relatif Kuat
Karena kuatnya, kayu ini sering digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu bengkirai termasuk jenis kayu yang relatif tahan terhadap cuaca sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk bangunan seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll. Tahan cuaca di sini maksudnya adalah tahan terhadap kelembaban udara dan suhu di daerah tropis seperti Indonesia. Bukan terhadap air. Jika dibandingkan dengan kayu jati atau kayu sonokeling, kayu bengkirai relatif lebih cepat rusak jika terkena air terus-menerus.

Secara umum kayu ini sudah memenuhi standar untuk dibuat menjadi peralatan latihan seperti tongkat Jo ataupun Bo. Namun demikian, suatu saat PASTI ada masa di mana JO atau Bo dari kayu ini akan patah ketika digunakan untuk berlatih.

C. Mudah didapatkan dan harga relatif terjangkau.
Kayu bengkirai sangat banyak dijual di toko-toko bangunan atau toko Kayu Kalimantan. Keterseediaan bahan baku yg mudah ini membuat produk JO maupun BO dapat diproduksi terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, dengan kualitasnya harga JO & BO KIMU relatif terjangkau jika dibandingkan dengan kayu jati, sonokeling, atau kayu ulin.

D. Finishing Mudah
Kayu bengkirai termasuk salah satu bahan baku yg proses finishingnya relatif mudah untuk beberapa peralatan beladiri seperti bokken, jo, bo, ataupun tanto.

Nah... itu tadi beberapa alasan KIMU untuk memproduksi Jo & Bo menggunakan bahan baku kayu bengkirai. Sebenarnya ada beberapa produk KIMU lainnya yang menggunakan bahan baku kayu bengkirai seperti:
 - bokken atau pedang ke
 - tanto atau pisau kayu
 - tonfa atau tongkat perisai
 - nunchaku
 - triplestick
 - dos palos (semacam double stick / nunchaku dengan salah satu gagang lebih panjang).

Demikian, semoga bermanfaat.

- wingchunsport team -
Previous
Next Post »